Minggu Kedua Juli 2022, Harga Cabe dan Sayuran Masih Tetap Mahal Di Mentawai

Oleh : Super Admin Kominfo | 13 Jul 2022 | 12:20:07 WIB | Dilihat : 426 Kali

Berita Terkait

Berita Populer

Minggu Kedua Juli 2022, Harga Cabe dan Sayuran Masih Tetap Mahal Di Mentawai

Keterangan Gambar : Cabe dan sayuran masih mahal di Mentawai


Mentawaikab.go.id I Tuapejat - Harga cabe di Mentawai masih mahal hingga minggu kedua Juli 2022.

Kenaikan harga cabe yang meroket telah dirasakan warga Mentawai sekira sebulan yang lalu.

Berdasarkan pantauan di salah satu toko di Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai, harga cabe merah dijual Rp,110.000 dari harga Rp,60.000 per kilogramnya, cabe hijau juga naik menjadi Rp,60.000 dari Rp,40.000 per kilogram, cabe rawit Rp,85.000 dari harga Rp,50.000.

Kemudian, harga bawang merah super jumbo Rp,50.000 dari harga jual sebelumnya Rp, 30.000/40.000 per kilogramnya.

Bawang putih dan bombai dijual Rp,25.000 per kilogram. Kemudian, harga sayur sawi tembus menjadi Rp,15.000 dari harga jual sebelumnya Rp,8.000 per kilogram.

Tomat juga naik dengan harga Rp,15.000 per kilogram. Harga gula dibanderol Rp,16.000 per kilogram, beras sokan Rp,160.000 per 10 kilogram, minyak goreng curah Rp, 18.000 per kilogram, minyak literan Rp,23.000 per satu liter, buncis Rp,15.000 per kilogram, wortel Rp,15.000-18.000 per kilogram, dan telur Rp 52.000-53.000 per 30 butir.

Cabe yang luar biasa naiknya dan juga sayuran. Penyebab kenaikan harganya katanya gagal panen. Harapan kita harga bisa turun normal kembali.

Selain itu, biaya operasional juga besar dari tarif buruh di Padang, transportasi ke Padang panjang, amprah kapal, buruh di Mentawai, dan becak. Jadi yang membuat mahal biaya transportasinya sebenarnya, oleh sebab itu kita imbangi," terang Nel pemilik toko, Jumat (8/7/2022).

Selain biaya transportasi atau operasional yang mahal, pemilik toko menyebutkan keluhan lainnya bagi para pedagang, terkadang sebagian barang dagangan tidak bisa masuk kapal karena tidak cukup muatan di dalam mobil di pelabuhan Padang. 

Anto, salah satu pembeli di toko Nel juga mengungkapkan sulitnya membeli bahan sembako untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Terasa mahal dan tidak sesuai dengan kemampuan kita memenuhi kebutuhan. Kita mensiasatinya dengan mengurangi pemakaian. Harapannya, harga sembako bisa turun semua," tuturAnto.(KS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment