Post

Bupati Mentawai : Tingkatkan Layanan dan Pangkas Prosedur Pelayanan Kesehatan Yang Tidak Perlu

MC Mentawai_ Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet perintahkan jajarannya yang bekerja dibidang layanan kesehatan untuk meningkatkan pelayanan dan memangkas prosedur yang tidak perlu.

“ Kalau ada masyarakat berobat langsung berikan layanan, cepat ditangani, jangan masyarakat disuruh urus prosedur dulu, baru ditangani, “ Kata Bupati Yudas pada acara penanda tangannan perjanjian kerja dari 12 orang Kepala Puskesmas (Kapus), di Tuapejat, Rabu.

Menurut Bupati Yudas, peningkatan layanan dibidang kesehatan kepada masyarakat atau disebut Mentawai Sehat seperti tertuang pada  visi misi 10 Dasa Cita itu merupakan salah satu target untuk menaikkan angka indeks kesehatan dan menurunkan angka beberapa penyakit seperti Malaria, tuberculosis (TB) dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi melahirkan di Mentawai, “ ini yang selalu saya tekankan, berikan layanan secara baik, sehingga nanti berdanpak secara nyata dan dapat dirasakan oleh masyarakat,” Ujar yudas

Kepala Dinas Kesehatan Mentawai Lahmuddin Siregar mengatakan perjanjian kerja  dengan 12 orang Kapus itu disepakati dari hasil Rapat Kerja Kesehatan Kabupaten (Rakerkeskab) Kepulauan Mentawai Tahun 2018 yang dimulai sejak Senin lalu dengan mengusung tema " Mewujudkan Mentawai Sehat Dengan Pendekatan Keluarga" 

Menyinggung tema yang diangkat yaitu mewujudkan Mentawai sehat dengan pendekatan keluarga menurut Lahmuddin, hal itu sesuai dengan indikator keluarga sehat, yaitu diantaranya ada lima indikator dalam gizi yaitu ; kesehatan ibu dan anak,  Keluarga mengerti program keluarga berencana (KB), Ibu hamil memeriksa kehamilannya sesuai standar,  Balita mendapatkan imunisasi lengkap, Pemberian ASI Ekslusif 0-6 bulan, dan Pemantauan pertumbuhan balita.

Disamping itu ada  dua Indikator dalam pengendalian penyakit menular dan tidak menular, seperti penderita hipertensi berobat teratur, Penderita TB paru berobat sesuai standar

selanjutnya dua Indikator dalam perilaku sehat,Tidak adanya anggota keluarga yang merokok,

Sementara dua indikator terkait lingkungan sehat yaitu; Mempunyai sarana air bersih,  Anggota keluarga akses dalam pelayanan kesehatan jiwa.

Lahmuddin menuturkan jumlah angka gizi buruk dan penyakit malaria di Mentawai mengalami penurunan yang cukup signifikan,” untuk gizi buruk dari 80 persen sudah turun menjadi 40 persen,sementara malaria juga menurun sebelumnya tercatat 5, 6 persen sekarang berada di angka 3 persen dengan demikian malaria dikategorikan sedang,” Ungkapnya 

Disamping itu, kata Lahmuddin, angka kematian Ibu melahirkan tahun 2015 dari tahun ketahun mengalami penurunan, “ tahun 2015 ada sembilan orang, tahun 2016 enam orangdan tahun 2017 hanya enam orang,” paparnya. Sementara angka kematian bayi dari tahun 2017 tercatat 11 orang lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya (R) 

 

Jurnalis

Author

.